21 Konsol Game yang Dianggap “Gagal”

Halo Agan
Ane mau coba ngeshare tentang beberapa konsol game yang dianggep gagal nih (baik dipasaran maupun secara Spec). . .

Well, ane ud ngeliat ad bbrp thread yg mirip2x sm ini tapi menurut ane ya beda. . .
So klo ada yang nganggep Mohon maaf m( _ _ )m

Let’s the journey begin from the earlier year

1. Colecovision(1982)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: NEC Zilog Z80A (3.58 MHz)
RAM: 1 KB
ROM: 8 KB
GPU: Texas Instruments TMS9928A (256×192, 16 colors, 16 KB)
VRAM: 16 KB
Games: 8 KB, 16 KB, 24 KB, or 32 KB cartridges

Terjual:
Sekitar 2 juta Unit

Akhir Produksi:
1984

Alasan Kegagalan:
Industri video game terpuruk pada tahun 1983. Banyak game diumumkan tetapi tidak pernah dipasarkan. Pada akhirnya, konsol ini dikalahkan 2 tahun berikutnya oleh NES.

2. Vectrex(1982)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: Motorola MC68A09 (1.5 MHz)
RAM: 1 KB
ROM: 8 KB (4 KB used by MineStorm)
Games: 32 KB cartridge
Console shipped with a Samsung 240RB40 vector display.

Terjual:
Barang tidak pernah dipublikasikan. Akan tetapi karena stok gudang yang menumpuk, pada akhirnya memaksa perusahaan menjualnya dalam kerugian.

Akhir produksi:
1984

Alasan Kegagalan:
Keterpurukan industri video games di 1983 dan layar monokrom yang membutuhkan filter warna membuat publik lebih tertarik pada Atari 2600 dan 5200 yang dapat dihubungkan ke perangkat TV berwarna.

3. Atari 7800(1984)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: Atari SALLY 6502 (1.79 MHz)
RAM: 4 KB
ROM: 4 KB
GPU: MARIA (7.16 MHz, 320×240, 25 colors out of 256)
Games: 48 KB cartridge

Terjual:
3,77 juta unit

Akhir Produksi:
1992

Alasan Kegagalan:
Nintendo sudah menandatangani perjanjian kerjasama secara ekslusif dengan banyak pengembang game untuk NES buatannya sehingga membatasi kemungkinan pengembangan Atari.

4. PC Engine/TurboGrafx-16 (1987)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: Hudson Hu6280 (7.8 MHz)
RAM: 8 KB
GPU: Hudson HuC6260 16-bit (512×256, 64 KB, 256 out of 512 colors)
Games: HuCard cartridge, or CD-ROM with optional CD player (TurboGrafx-CD)

Terjual:
10 juta unit

Akhir Produksi:
1995

Alasan Kegagalan:
Kemampuan kalkulasinya tidak seperti yang diharapkan, sedikitnya game yang berasal dari pengembang pihak ketiga, pangsa pasar sudah dikuasai oleh Nintendo dan Sega.

5. Atari Lynx(1989)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: Mikey MOS 65SC02 (4 MHz, 8-bit)
ROM: 512 bytes
RAM: 64 KB
GPU: Suzy (16 MHz, 16-bit, 160×102, 16 colors from a palette of 4096 colors)
Games: 128 KB, 256 KB, or 512 KB cartridge

Terjual:
5 Juta Unit

Akhir Produksi:
1995

Alasan Kegagalan:
Kurangnya unit yang terjual sehingga tidak menarik minat pengembang game, game perlu dikopi dari cartidge kedalam RAM terlebih dahulu sebelum dimainkan sehingga membatasi resource tersedia dan memperlambat waktu loading. Selain itu harganya jauh lebih mahal dibandingkan Nintendo Game Boy.

6. Amstrad GX4000 (1990)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: Zilog Z80A (4 MHz, 8-bit)
RAM: 64 KB
ROM: 32 KB
GPU: Unknown (640×200, 12-bit, 32 colors out of 4096)
Games: Cartridges (128 KB to 512 KB)

Terjual:
150.000 Unit

Akhir Produksi:
1991

Alasan Kegagalan:
Hanya ada 25 game dalam katalognya. Selain itu GX4000 hanya menggunakan 8-bit prosesor, dimana SNES dan Megadrive sudah menggunakan desain 16-bit menyebabkan konsol ini memiliki grafis yang buruk.

7. Commodore 64GS (1990)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: MOS Technology 8500 (0.985 MHz, 8-bit)
RAM: 64 KB
ROM: 20 KB (7 KB used for KERNAL, Commodore’s operating system core)
GPU: MOS Technology VIC-II MOS 8569 (16 colors, 320×200)
Games: Cartridges, unknown capacity

Terjual:
Tidak diketahui

Akhir Produksi:
1992

Alasan Kegagalan:
Dengan tidak adanya keyboard, kebanyakan game yang sukses untuk Commodore 64 sebelumnya, tidak kompatibel dengan konsol ini. Pada saat peluncurannya, hanya terdapat 9 game yang secara khusus dibuat untuk konsol ini.

8. PC Engine GT/TurboExpress(1990)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: Hudson Hu6280 (7.8 MHz)
RAM: 8 KB
GPU: Video Display Processor and Video Color Encoder, both 16-bit
VRAM: 64 KB
Display: 400×270, 481 colors out of 512
Games: HuCard TurboGrafx-16 (PC Engine) cartridge

Terjual:
1,5 Juta Unit

Akhir Produksi:
1995

Alasan Kegagalan:
Ini merupakan konsol portabel konsol pertama yang menggunakan cartridge konsol game rumahan, 5 tahun sebelum Sega Nomad. Akan tetapi, kecanggihan teknologi yang digunakan didalamnya dibanding dengan konsol lainnya justru memberikan kerugian. Harga konsol ini menjadi sangat mahal dan membutuhkan 6 baterai AA untuk bermain beberapa jam. Masalah lainnya yaitu game untuk konsol ini memang ditujukan untuk konsol rumahan dengan menggunakan TV, sehingga gambar dan teks yang tampil pada layar konsol ini menjadi sangat sulit dilihat dan dibaca.

9. Philips CD-i (1991)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: 68070 CISC (15.5 MHz, 16-bit)
RAM: 1 MB
GPU: SCC66470 (768×560, 32 768 colors out of 16.7 million)
Games: CD-ROM

Terjual:
570.000 Unit

Akhir Produksi:
1998

Alasan Kegagalan:
Kontroller memiliki bentuk seperti remot kontrol dan memiliki desain yang tidak baik. Terlebih lagi, gamenya juga sangat jelek. Kita tidak mendapat 3D, tetapi tetap membayar dengan harga premium. Nyatanya, ini adalah media player keluarga yang “disamarkan” menjadi konsol game.

10. Commodore CDTV(1991)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: Motorola 68000 (7.16 MHz)
RAM:1 MB
ROM: 2 x 256 KB
GPU: Amiga Enhanced Chipset (12-bit color at 320×512 or 640x512i if display was limited to 16 colors)
Games: CD-ROM

Terjual:
Kurang dari 60.000 Unit

Akhir Produksi:
1993

Alasan Kegagalan:
Hanya memakai AmigaOS 1.3, padahal versi 2.0 memiliki interface yang lebih baik. Selain itu, konsumen memilih untuk menunggu kedatangan opsi CD Player untuk Amiga 500, yang menggunakan chip yang sama dengan Commodore CDTV. Selain itu harganya yang mahal dan tidak sebanding dengan spec yang dimilikinya membuat konsol ini kurang laku dipasaran.

11. 3DO (1993)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: ARM60 (12.5 MHz, 32-bit), floating-point coprocessor, and 32 KB SRAM cache
RAM: 2 MB
VRAM: 1 MB
GPU: Two video processors (Clio and Madam) capable of 24-bit color and a 640×480 resolution
Games: CD-ROM

Terjual:
5 Juta Unit

Akhir Produksi:
1996

Alasan Kegagalan:
Harganya pada saat peluncurannya sangat mahal, $700. Selain itu perusahaan 3DO tidak mampu mendapatkan cukup dukungan dari pengembang untuk menawarkan katalog game yang menarik. Hal ini tidak terlepas karena pada saat itu pasar telah dikuasai oleh Nintendo dan Sega.

12. Atari Jaguar (1993)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Spec:
CPU: Motorola 68000 (13.295 MHz, 16/32-bit)
RAM: 2 MB
GPU: Tom (32-bit ARM processor with 64-bit ALU, 26.59 MHz) and Jerry (identical to Tom, but partly dedicated to signal processing and not only graphics calculation)
Games: Cartridges, 6 MB or less

Terjual:
Kurang dari 250.000 Unit

Akhir Produksi:
1996

Alasan Kegagalan:
Terlalu sedikit game selain “Alien vs Predator” dan “Tempest 2000” yang dapat menarik perhatian konsumen luas. Desain kontrolpad yang buruk dan kesalahan didalam kontroller memori prosesor membuat pengembangan dari platform ini menjadi lebih rumit.

13. Pioneer LaserActive(1993)

Spoilerfor “detail”:


Quote:
Tidak dimungkinkan untuk mendata spesifikasi teknis konsol ini karena memiliki detail yang membingungkan dan sebagian besar dirahasiakan. Pioneer berusaha membuat sebuah media player, yang pertama kali dan kebanyakan akan kompatibel dengan 540MB LaserActive game LD-Rom. Sayangnya, katalognya berisi 10 game pada saat peluncurannya dan harga jualnya yang mencapai $970. Setidaknya, konsol ini mendapatkan penghargaan sebagai konsol termahal nomor 2 dibawah Halcyon RDI, yang juga menggunakan LaserDisc dan dijual dengan harga $2500 pada tahun 1985 (setara dengan $5300 pada saat ini).

LaserActive juga memiliki opsi untuk memainkan MegaDrive dan PC Engine melalui unit yang dijual terpisah. Akan tetapi harga unit tambhan yang sangat tinggi membuat lebih masuk akal untuk membeli konsol aslinya.

Diperkirakan LaserActive terjual sekitar 10.000 unit.

 


Quote:
Spec:
CPU: Samsung ARM9 (400 MHz)
RAM: 128 MB DDR (16-bit)
ROM: 64 MB
GPU: GoForce 3D 4500 (1.2 MB, 128-bit SRAM)
Games: MMC or SD cards

Terjual:
Kurang dari 30.000 Unit

Akhir Produksi:
2006

Alasan Kegagalan:
Gizmondo merupakan “cerita” tentang konsol yang memiliki semua didalamnya, akan tetapi yang memandunya adalah manajemen korporasi yang buruk. Petualangan “mesum” dari Stefan Eriksson dan Carl Freer menyebabkan penutupan Tiger Telematics dan Gizmondo ditarik dari pasaran.

Tiger Gizmondo memiliki masalah terkait penjualan dikarenakan katalog yang “menyedihkan”. Hanya terdapat satu game yang menemani rilis dari konsol ini di Inggris, dan 8 untuk Amerika. Hal ini diperburuk dengan hanya adanya 8 outlet penjualan di seluruh US.

20. The Phantom (Tidak Pernah Dirilis)

Spoilerfor “detail”:

Quote:
Cerita tentang konsol gagal belum lengkap tanpa “The Phantom”, satu dari sekian banyak contoh dari “vaporware”. Prototype dari konsol ini diperkenalkan pada E3 di tahun 2004. Konsol ini dapat menjalankan PC Game yang didownload dari web, dan ini tidak menggunakan cartridge maupun disk. Infinium Labs, perusahaan dibalik proyek ini merekrut lebih dari 200 pekerja, termasuk didalamnya satu dari pelopor DirectX, Ty Graham.

Tahap selanjutnya tidak semulus yang direncanakan. Infinium Labs tidak membuat pelisensian yang dibutuhkan dan perjanjian pendistribusian untuk menjalankan game di konsolnya. Tanggal rilis, yang seharusnya November 2004, terus diundur hingga pada akhirnya konsol ini hilang dari website pembuatnya 2 tahun kemudian. Dilaporkan bahwa Infinium Labs tidak mampu mendapatkan keuangan yang dibutuhkan. Perusahaan dan sang CEO kemudian diinvestigasi atas dugaan penipuan.

21. PS Vita??? (2011)

Spoilerfor “detail”:


Quote:
Spec:
CPU: Quad-core ARM Cortex-A9
RAM: 512 MB
VRAM: 128 MB
GPU: PowerVR SGX543MP4+
Games: PS Vita Card, 4 GB to 32 GB

Terjual:
Sekitar 2.2 Juta Unit (Masih terus bertambah)

Akhir Produksi:
Dalam waktu dekat(??)

Alasan Ke”gagal”an:
Mungkin beberapa orang kurang setuju, dan dikarenakan PS Vita juga memiliki kelebihan yang tidak bisa dianggap remeh. Akan tetapi untuk saat ini, penjualannya bisa dikatakan sebagai “bencana”, dengan total unit terjual hanya 2.2 juta diseluruh dunia (per 30 juni 2012). Sementara itu kompetitor Sony dengan Nintendo 3DS telah menjual lebih dari 22 Juta Unit. Hasil yang mengecewakan ini menimbulkan pertanyaan akan model ekonomis dari Sony yang pada saat bersamaan game pada peralatan mobile sangatlah menarik perhatian gamer mainstream.

**mungkin beberapa waktu lagi PS Vita bakal keluar dari list produk gagal nih gan. Di Jepang akhirnya PSV bisa melampaui rekor penjualan Nintendo 3DS

 

22. Nintendo Wii U (2012)

Spoilerfor “detail”:


Quote:
Spec:
CPU: Tri-Core IBM PowerPC “Espresso”
RAM: 2 GB DDR3
ROM: 512 MB separate on-board flash storage for the OS only
GPU: Custom 40nm AMD GPU with 32 MB embedded eDRAM and unified shader architecture (AMD Radeon “Latte”)
Audio: 120 MHz audio processor, 6 channel audio for console, 2 channel for controller
Games: Wii / Wii U Optical Disc

Terjual:
Sekitar 3.61 Juta Unit (Masih bertambah)

Akhir Produksi:
Masih Cukup lama ???

Alasan Ke”gagal”an:
Mungkin di negara asalnya konsol ini masih memiliki fans yang banyak, akan tetapi secara global popularitas konsol ini semakin terkikis. Sebagai konsol “Next-gen” dari Nintendo, konsol ini justru menjadi bahan ledekan dari kompetitor dan tampak kurang bertenaga dibanding dengan konsol-konsol Next-gen yang akan diluncurkan akhir tahun 2013 ini. Kegagalan terbesar dari Wii U adalah sangat kurangnya dukungan dari developer game pihak ketiga, bahkan sudah ada beberapa developer yang terang-terangan menyatakan tidak akan memberikan dukungan game pada Wii U. Dari segi grafis, Nintendo memang sudah dengan tegas memberikan pernyataan bahwa kualitas grafis bukanlah prioritas utama (hal ini dapat dilihat dari kualitas gambar Wii U yang bahkan masih sedikit dibawah PS3), prioritas utama Nintendo adalah menciptakan konsol game yang “Fun” (yang sukses mereka terapkan pada Wii) akan tetapi pada Wii U justru mengacaukan segalanya. Desain kontroler yang buruk menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu faktor harga juga berperan besar, untuk rentang harga yang sama gamer justru akan lebih memilih PS3 atw XBOX 360 dibanding Wii U.

**ada yg gak setuju klo Wii U dibilang “gagal”??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s